Suswono: Lonjakan Harga Cabai Tak Terduga
JAKARTA (Bisnis) – Menteri Pertanian Suswono menilai terjadinya kenaikan harga cabai yang sudah menyentuh level Rp80.000 per kg merupakan lonjakan yang tak terduga di awal tahun ini, menyusul terganggunya produksi akibat cuaca yang tidak mendukung.
Suswono mengharapkan tahun ini iklim akan kembali normal, tidak seperti 2010 yang mengalami musim hujan sepanjang tahun.
“Ini pelajaran dari 2010 yang tidak terduga dengan musim yang hanya satu ini, yaitu musim hujan sepanjang tahun. Mudah-mudahan pada 2011 ini iklim normal,” kata Suswono menjawab pertanyaan wartawan di Istana Presiden, hari ini.
Meski kenaikan harga cabai bisa menguntungkan petani, menurut dia, pemerintah juga harus mengupayakan agar masyarakat konsumen tidak diberatkan dengan harga yang terlalu tinggi.
Suswono mengatakan curah hujan sepanjang tahun lalu mengakibatkan terjadinya penurunan produksi sekitar 30%.
Selain itu, lanjutnya, kegagalan panen menimbulkan trauma bagi petani, karena butuh investasi cukup besar untuk menanam cabai, yaitu sekitar Rp60 juta per ha.
“Tapi Januari ini sudah mulai banyak yang akan panen. Mudah-mudahanan akan memperkuat supply,” katanya.
Di samping itu, Kementerian Pertanian akan melakukan gerakan menanam cabai di pekarangan rumah dengan membagikan benihnya secara gratis. Gerakan tersebut merupaka langkah jangka pendek yang akan dilakukan selama 3 bulan.
“Ini jadi momentum bahwa cabai sebenarnya mudah ditanam di pekarangan yang sempit, bahkan di Jakarta pun bisa dilakukan dengan cara hortikultura,” katanya.
Dia mengatakan Ditjen Hortikultura tengah menyusun langkah yang akan dilakukan untuk menggerakkan penanaman cabai di pekarangan, yang dimulai setidaknya pada 100.000 keluarga.
Soal upaya menekan harga, Suswono mengharapkan masyarakat sedikit mengerem konsumsi cabai.
“[Mengerem makan cabai] 2-3 hari itu [harga] langsung turun karena cabe itu mudah rusak, mudah busuk,” katanya.
http://pk-sejahtera.org/beritaMedia.php?id=58